Slide 1

http://ummimenggapaimimpi.blogspot.com

Slide 2

http://ummimenggapaimimpi.blogspot.com

Slide 3

http://ummimenggapaimimpi.blogspot.com

Slide 4

http://ummimenggapaimimpi.blogspot.com

Slide 5

http://ummimenggapaimimpi.blogspot.com

Sunday, April 25, 2010

Gedubraaaak.......... Oooh Suamiku...

Laki-laki dan perempuan sudah dijodohkan berpasang-pasangan. Tentu saja sifat masing-masing sangat beragam. Kadang antara suami dan istri sifatnya ada yang bertolak belakang tapi ada juga yang sama. Sebagai contoh, kalau aku dan suami kebetulan mempunyai sifat yang hampir sama, yaitu kalau ngomong spontan - huhuy kaliii (kadang ga pikir panjang kayak kacang panjang), suka bercanda alias ga serius, ya pokoknya ada banyak hal yang sama.... Ga nyangka juga sih sebenernya, karena dulu banyak orang terutama sahabat-sahabatku memprediksi aku bakalan dapat suami yang pendiam (karena aku dominan - jadi mgkn bs balance). Ternyata eh ternyata, semua prediksi orang-orang salah.... Hahahaha, aku mendapatkan suami yang baik hati dan tidak sombong serta suka menabung... Pokoknya dasa dharma pramuka gitu deeeh :D



Hari ini, aku dibuat sedikit keki tapi geli juga sama suamiku yang baik hati itu. Seperti biasanya ketika ada tamu, aku langsung masuk kamar karena yg bertugas membuka pintu adalah suami... Aku akan keluar jika suamiku memanggilku untuk keluar . Jadi aku menunggu komando saja dari suamiku apa aku perlu keluar atau tidak.. Nah, karena tamunya saat itu adalah suami istri jadi aku harus keluar. Aku pun menanti aba-aba suamiku untuk keluar. Tiba-tiba, suami bilang "Dek, pakai pakaian ya!!" DUEEEEEEENNGGG maksod loooh!!! (maksudnya tuh aku disuruh berjilbab dan keluar kamar).... Tiba-tiba tamunya cekikikan, [hayoo tamunya pasti mikirnya macam2]... Woalaaaah suamiku yang kusayangi seluruh jiwa dan raga, kenapa kalimatmu begitu ambigu. Bikin malu aja nih ckckck.... 

Ceritanya berakhir di sini saja.... aku keluar dari kamar dengan sedikit malu malu kucing.....

Wednesday, March 24, 2010

Orange Cake

Terinspirasi foto cake upload-an temen di FB yg terima pesanan cake (thanks to mbak Wiek), aku mencoba berexperimen di dapur sendiri dengan resep coba2 ciptaan sendiri. Rencana mau bikinin cake buat dikasihin ke kawan skalian silaturahmi krn anaknya baru aja disunat. Berharap… berharap… berharap, semoga cake ku akan jadi sesuai dengan harapan. Kalo ga jadi ya udahlah, nanti aku akan bikinin blackforest aja yg sudah teruji beberapa kali di dapur, pikirku. Dengan semangat 45, sehari sebelumnya kusiapkan bahannya. Yg utama sih cuma beli jeruk mandarin kalengan, kacang almond, coklat warna kuning dan susu UHT merk U*TRAJAYA , selebihnya bahan2 sudah ada di dapur.


Penampakan dari Orange Cake buatanku dengan resep ciptaan sendiri



Resep ini khusus dibuat dengan capek capek untuk memenuhi permintaan Aulia, seorang sahabat di kampus dulu (*udah kutulis nih lho Ul, dengan mengorbankan waktuku tidur mumpung anakku tidur.. awas sampe ga dicobain grrrhhh xixixi)

BAHAN :
A. Cake
10 butir telur (ambil 10 butir kuningnya dan 5 butir putihnya saja)
160 gr gula pasir
1 sdm SP
130 gr tepung terigu (bs juga kombinasi 100 gr tepung terigu + 30 gr maizena, klo aku krn males ya pake tepung terigu aja)
20 gr susu bubuk (klo males nimbang2 ya pake susu bubuk sachetan 27 gr merk D*NCOW)
150 mentega (klo aku kombinasi antara margarin ma butter) - dicairkan
2 sdm SunQuick concentrate

B. Orange Mousse
200 gr Whipcream bubuk (aku pake merk HAAN, bs jg pake merk pondan) – atau klo mau pake whipcream yg cair ya gapapa (bs merk ANCHOR, dll) cm takarannya brapa ya? Hmm 500 ml kali ya
400 ml air es (khusus klo pake whipcream bubuk)
75 ml freshmilk (aku pake UHT merk U*TRAJAYA)
I bar Coklat warna kuning rasa lemon merk CHOLATA (beli yg ukuran 250 gr, itu khan ada 6 bar, ambil aja 1 bar ya kira2 sih 45 gr gt)
1 sachet nutrisari bubuk

C. Simple Syrup
Air rendaman jeruk mandarin kalengan (sayang klo dibuang – pelit.com)
4 sdm gula pasir

D. Taburan
Jeruk Mandarin kalengan (aku pake merk MONDE)
Kacang almond yg sudah diiris2
Cara Membuat :
1. Cake : Kocok telur, gula pasir dan SP hingga mengembang (ciri2nya : warna sudah putih, tidak ada busa, mengental – kira2 ya 10 – 15 menitan gt ngocoknya)
2. Masukkan tepung terigu dan susu bubuk (jangan lupa diayak ya, takut ada kutu2 nakal), lalu kocok hingga tercampur tp jangan lama2 takur adonan yg sudah mengembang turun lagi. Lalu masukkan SunQuick concentrate
3. Masukkan mentega cair, aduk perlahan (jangan sekali-kali dikocok pake mixer, karena hasilnya dijamin bantat)
4. Masukkan dalam loyang ukuran 20x20 sebanyak 2 buah, klo ga punya 2 loyang ya bikinnya setengah resep aja dulu masing2. Oven selama 30 menit dengan suhu??? Aduuh ovenku ndilalahe kok penunjuk suhunya udah terkelupas, hiks hiks hiks, maaf ya utk hal ini.. Yang penting sedang aja lah panasnya…
5. Orange Mousse : kocok whipcream bubuk dan air es kira2 3-4 menit atau sampe sudah mengental/mengembang. 
6. Di tempat lain, panaskan freshmilk, tdk perlu sampai mendidih, matikan kompor, lalu masukkan coklat warna kuning yang sudah dipotong2 sehingga mudah mencair, lalu tambahkan nutrisari bubuk. Aduk rata. Campurkan dengan kocokan whipcream, kocok kembali hingga tercampur sempurna. Masukkan ke dalam peti ais (kulkas) ya 15 menitan gt.
7. Simple Syrup : panaskan air rendaman jeruk mandarin dengan gula pasir
8. Finishing touch : ambil 1 lembar cake, siram sedikit demi sedikit dengan simple syrup lalu olesi dengan orange mousse, ambil lagi 1 lembar cake, siram dengan simple syrup dan olesi seluruh permukaan cake dengan orange mousse. NB : Jangan lupa rapikan cake dengan mengiris tepi-tepi pinggirannya yg gosong sebelum diolesi pinggirannya dengan orange mousse. Beri taburan jeruk mandarin di atasnya dan tempel2 kacang almon irisan di pinggiran2 tembok cake.
9. Sesi foto-foto dengan pencahayaan dan angle yang tepat (bs dengan hp atau kamera digital)

Alhamdulillah, cake ku jadi… walaupun aku cm sempet nyicipin rasa orange mousse dan tepian2 cake yang radha gosong, menurutku rasanya sih enak. Rasa orange mousse-nya sendiri asem-asem manis seger gimana gitu, kyk rasa es krim gt sih klo pas dingin. Klo cake nya sih rasa cake beraroma jeruk sih. Silakan mencoba bagi yang berminat. Tidak ada sesuatu itu susah kalau kita mau mencoba, tidak ada sesuatu itu mudah tanpa kita mau berusaha….

Monday, February 22, 2010

Wanita Tanpa Huruf W

Oleh : Lian Dewi Angellia

(Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata hasil mengorek memori lama di sudut kecil pikiranku yang hampir terlupakan)

Aku adalah Sisil, wanita biasa yang sudah menikah beberapa tahun lalu dan kini usiaku sudah hampir seperempat abad. Dulu aku mantan siswa di SMP sederhana tak terlalu populer di kota Jogjakarta, sebut saja SMP “Atap Langit”. Teringat akan kenangan masa SMP ku  dimana kami berteman bergeng-geng berdasarkan strata kemewahan dan kekayaan. Aku termasuk dalam kawanan geng anak yang tidak berpunya. Termasuk di situ ada Wastika, Beta dan Nanang.

Nanang adalah sosok laki-laki mungil dan imut yang mempunyai lagak layaknya perempuan, baik  dari lambaian tangan, cara berbicara hingga cara menulisnya. Kasihan benar kehidupannya apalagi kalau mendengar langsung curhatnya mengenai keluarganya yang amburadul di mana ayahnya pergi entah ke mana dan ibunya pergi merantau menjadi buruh rumah tangga sehingga dia dan kakak perempuannya sejak kecil sudah dirawat oleh kakek neneknya yang kurang mampu.


Nanang memang lebih suka bergaul dengan kami yang perempuan ini. Kejadian itu berawal ketika buku harian Nanang tanpa sengaja dibaca oleh Beta, yang ketika membacanya Beta kaget dan tanpa sadar berteriak, sontak kawan-kawan di sekitar kami berasa ingin tahu juga.
Semenjak itu kawan-kawan kami yang laki-laki mengetahui bahwa Nanang naksir dengan teman pria kami yang bernama Aan, seorang kawan sekelas kami yang memang wajahnya cukup rupawan dan baik hati. Kenyataan memalukan yang tak biasa itu membuat Nanang dijauhi kawan laki-laki di kelas. Akhirnya Nanang pun menangis karena kawan-kawan mempermalukannya, tapi memang mau bagaimana lagi semua itu tidak bisa dicegah lagi.

Nanang memang termasuk anak SMP yang lugu. Pernah satu waktu dia bercerita pada kami yang perempuan ini, kalau dirinya sudahakhil baligh dengan dia mendapatkan mimpi basah. Hal seperti itupun dia ceritakan kepada kawan-kawan perempuan kami, sehingga ada yang bertanya bagaimanakah perasaannya. Dia bercerita panjang lebar bahwa dia sedang bercinta dengan seorang laki-laki dan merasa senang. Pada saat itu, karena kami memang belum memahami, kami hanya tertawa-tawa cekikikan sambil mengejek Nanang.

Masa SMP pun berlalu dan kami tenggelam dalam kesibukan masing-masing di masa SMA. Tak banyak yang kutahu tentang kawan-kawanku SMP kecuali hanya tempat SMA mereka sekarang. Kudengar Nanang diterima di SMK Negeri jurusan Pariwisata. Entahlah bagaimana keadaannya, apakah dia masih berlagak seperti perempuan ataukah sudah benar-benar menjadi laki-laki yang jantan. Aaah, semoga dia sudah menemukan dunia kelaki-lakiannya sehingga tidak menjadi bahan cercaan kawan-kawan seperti di masa SMP dulu, harapku.

******

Sepuluh tahun sudah tak kuketahui kabar kawan-kawan SMP-ku kecuali hanya Wastika yang rajin berkirim pesan lewat sms kepadaku minimal sebulan sekali walau hanya untuk bertanya kabar. Kini kami sudah tumbuh menjadi manusia dewasa yang lebih bertanggung jawab karena masing-masing dari kami sudah mempunyai pekerjaan. Ada yang lulus SMA langsung kerja dan ada juga yang setelah menyelesaikan kuliah baru mendapat pekerjaan. Tiba waktuku untuk datang mengunjungi kampung halamanku, di mana harapanku untuk berjumpa kawan lama pun bersemi. Kukabari Wastika akan hari kedatanganku, hingga Wastika pun berusaha untuk menghubungi kawan-kawan dekat kami untuk sekedar reuni di rumah orang tuaku.

Saat itu siang hari yang terik, jalan aspal depan rumahku pun memamerken fatamorgana-nya ketika kulihat jauh dari tempat aku duduk di dalam rumahku. Kudengar ada suara motor berhenti di depan rumahku yang ternyata adalah kedatangan Wastika dan Beta. Kami pun bercipika cipiki lalu mengobrol dengan asyik sekali.

Tak lama kami mengobrol, datanglah sosok cantik berambut pirang mengenakan jaket bulu dengan rok seksi bermotif kulit harimau. Teringat akan video klip lagunya NAIF di mana ada wanita berlari mengenakan syal bulu, yang lagunya kurang lebih demikian “Mengapa… aku begini… Jangan kau… mempertanyakan..”. Namun, ingatan itu mulai buyar tatkala tiba-tiba sosok itu memasuki rumahku, kupikir dia adalah pasien papaku yang hendak memeriksakan giginya.

Tiba-tiba terdengar suara “Spadaaaa everybody…………..”

Spontan aku kaget karena suara yang ada bukanlah seperti wanita pada umumnya, melainkan agak sedikit serak seperti laki-laki. Ooooh, ternyata Nanang mungil nan imut telah bermetamorfosis menjadi wanita dewasa yang sungguh tak pernah kusangka sedikitpun, karena Wastika dan Beta pun tidak banyak bercerita tentang Nanang.

Dengan masih agak gelagapan, aku pun diajaknya bersalaman. Antara hendak bersentuhan atau tidak, aku teringin menolak jabatan tangannya karena aku sadar dia adalah laki-laki, tapi mataku serasa terhipnotis akan sosok ke-wanita-annya sehingga tanpa sadar kusambut saja jabatan tangannya. Wallahu’alam, semoga aku dimaafkan Alloh atas kelalaianku bersentuhan dengan laki-laki bukan mahromku.

Akhirnya kami berempat duduk di kursi kami masing-masing, dan mulailah Nanang dengan banyolan khas ke-wanita-annya membercandai kami semua.

“Hey Beta dan Wastika, kapan tuh kamu nyusul Sisil nikah???” kata Nanang mengejek Beta dan Wastika.

“Ga pengen tuh beranak pinak kayak Sisil? Kalo aku mah belum ada om-om yang serius ngajakin nikah sih..” tambah Nanang bercerita tentang dirinya.

“Haaah, om-om??? Ga salah tuh Nang??” tanyaku keheranan.

“Hahahaha enggak lah becanda doang Sil, aku jelek2 gini adalah wanita suci nan bersih setia dan tidak sombong lho. Kagak pernah jual diri bow kayak waria pada umumnya. Prinsipku sih kerja halal...” ungkap Nanang dengan gaya yang meyakinkan.

“Ohhh syukurlah klo gitu” tuturku penuh kelegaan.

Aku pun mulai agak kikuk memanggilnya Nanang, hingga kuejek dia dengan sebutan Nining. Cerita demi cerita dia ungkapkan kepada kami, hingga tanpa sadar nampaknya dialah sang lakon utama dan kami hanya pendengar setia bahkan nampak sekali bahwa kami ini adalah figuran. Dari bercerita bagaimana dia shalat menggunakan mukena, lalu berpacaran dengan bergonta-ganti laki-laki karena nggak ada yang setia katanya, hingga bercerita mengenai keluarganya yang bisa menerima keadaannya sekarang ini.

Sampai pada suatu titik cerita, aku, Wastika dan Beta sudah terbiasa menggunakan panggilan Nining hingga berpuluh-puluh kali. Barangkali Nanang mulai bosan dengan panggilan itu, akhirnya baru dia mengeluarkan complaint tentang panggilan tersebut.

“Bosen ah, kalian manggil-manggil aku Nining mulu sih?” keluh Nanang dengan manjanya kepada kami.

Kami pun cekikikan lalu Beta menimpali “Laah ya musti dipanggil apa nih, gaya udah cewek gitu masak dipanggil Nanang.

“Tau ga Nang, di film Upin & Ipin aja ada tuh laki-laki kemayu kayak kamu yang namanya Bang Shaleh aja minta dipanggil Sally, hahahaha….” Celetuk Wastika menambah riuh suasana siang itu.

“Ya tapi jangan Nining doong, aku khan punya nama perempuan yang lebih bagus” jelas Nanang.

Kami pun hanya saling berpandangan dengan mulut kami yang menganga karena keheranan.
“Trus sapa nama perempuan kamu?” tanyaku memecahkan kebisuan itu.

Dengan agak malu-malu Nanang menjawab “Namaku tuh Anita Lowi”.

“Haaaa Anita Lowi…….???” Kami bertiga serentak mengucapkan kata yang sama.

Setelah pengakuannya mempunyai nama perempuan itu, dia juga mengaku mempunyai KTP dengan status kelamin perempuan. Kami semua tambah heran dibuatnya, tapi memang sebenarnya bukan hal yang mustahil juga mengingat administrasi di kelurahan dan kecamatan bisa dilakukan secara mudah dan cepat dengan sedikit uang pelicin. Akhirnya dia meminta kami untuk memanggilnya Anita atau Nita pendeknya. Kami pun semakin cekikikan dibuatnya.

Hari menjelang sore, kami pun masih asyik mengobrol. Tapi rasa penasaran kami pun masih berkecamuk tentang asal nama Nanang mendapatkan nama baru tersebut. Karena melihat kami penasaran, akhirnya dia pun berkisah arti dari namanya itu.

“Anita itu adalah dari kata Wanita tanpa huruf W” kata Nanang dengan nada agak serius.
Mendengar hal tersebut, kami hanya melongo, dia pun melanjutkan penjelasannya“Nah, kalau Lowi itu berasal dari singkatan sih sebenarnya”.

“Singkataaaaaan??? Singkatan apaaan???” desak Beta penuh penasaran.

 “Lanang Ora Wedok Iyo”, celetuk Nanang.

Spontan kami yang mendengarnya tertawa terbahak-bahak hingga perut kami keras dibuatnya.Kupikir Lowi itu adalah nama marga dari suatu daerah Medan, Papua atau Sulawesi. Ternyata suatu singkatan penuh makna untuk seorang yang telah pindah status kelaminnya.

Akhirnya pertemuan kami itu berakhir dengan suatu cerita baru mengenai kawan lama yang bermetamorfosis menjadi LOWI. Di balik canda dan tawa itu, aku berpikir sejenak mengevaluasi tentang kejadian tersebut. Patutlah kita senantiasa berlindung kepada Alloh dari segala keburukan dunia. Kasihan betul kawan lamaku itu, semoga satu saat nanti ada secercah cahaya untuk dia berubah dalam keadaan yang lebih baik. Semoga Alloh senantiasa memberikan kita dan anak turun kita suatu kebaikan dan hidayah, menjauhkan kita dari segala keburukan, syubhat dunia, kemaksiatan dan hawa nafsu, menancapkan hati kita semata-mata hanya untuk Alloh, Tuhan semesta alam. Amin..

-TAMAT-
Bontang, 22 February 2010